Cerita Tentang Sekumpulan Mahluk Penjaga Malam
Mungkin untuk sekelas “saya”, belum mampu untuk mengklasifikasikan pada jenis apa mahluk ini. Sekumpulan manusia yang merasa mempunyai kawajuban untuk menjaga malam. Mungkin saja, mungkin lo ya, mereka nggak tau apa yang mereka jaga, apakah mereka takut malam tidak akan gelap lagi? Ataukah mereka tidak percara bahwa malam akan mengerjakan tugasnya sebagai hakikatnya malam? Atau kita tanya langsung pada mereka. Tapi ya silahkan tanya sendiri, kalau saya tidak berani. Saya kan penakut.
Sebenarnya, Mahluk-mahluk ini tidak lebih dari sekumpulan manusia biasa yang juga butuh makan danmateri, dimata saya. Tapi gimana ya, wong mata saya ini lebih banyak salahnya daripada benernya. Maklum, mata saya kan kecil. Lalu berbicara tentang penjaga malam, jangan berfikir saya akan membahas terlalu dalam dan panjang dengan bahasa yang bagus dan enak untuk dibaca. Ya terserah saya, orang saya yang nulis.
Saya Cuma mau menulis tentang beberapa orang yang hampir setiap malam tidak pernah tidur, setidaknya itu yang saya lihat selama hampir sepuluh bulan saya berada diantara mereka itu. Lho iya, saya lupa. Saya ini sudah termasuk pada golongan orang-orang ini atau belum? Jadi bingung. Saya jawab sendiri sajalah ya. Mungkin saja sudah, soalnya saya sudah lama bareng sama mereka, tapi mungkin juga belum, soalnya saya belum bisa mengikuti kabiasaan, pola pikir, tingkah laku dan pandangan-pandangan serta cara mereka mengkaji dan menilai suatu kejadian.
Waduh, kayaknya kok jadi tinggi ya. Ya sudah saya turunkan lagi. Mereka hidup satu atap, hidup bersama dalam ruangan kehidupan. Hidup bersama dalam hampir segala bentuk kehidupan. Tapi saya masih percaya kalau ada suatu pengecualian dalam segala hal. Nek kon gak setuju yo bah-bah no, idup-idup ku nihan, mulut-mulutku nihan, yang nulis jugo aku dewek, nak ngapo kau?
Iya, saya baru ingat. Ternyata penjaga malam ini bukan Cuma mereka (orang-orang yang sekarang bersama saya), tapi juga ada lagi selain mereka, dengan kesibukan mereka masing-masing tentunya. Sekedar untuk bocoran, mereka ini, orang-orang yang kumaksut dalam tulisan ini adalah mahasiswa. Gelarnya ngeri, “maha-siswa”. Saya sampai merinding karena kedinginan.
Ayo coba kita tebak, apa yang dilakukan orang-orang seperti mereka tetap menjaga matanya terbuka sampai waktu yang tidak ditentukan oleh hukum negara? Pasti jawabanya ngece. Jangan suka mermehkan, itu tidak baik. Saya jadi ingat kata-kata Pramoedya Ananta Toer dalam bukunya yang berjudul Rumah Kaca. Mau tau kata-katanya seperti apa? Ya baca sendirilah. Saya kan sudah kasih tau judul buku dan nama pengarangnya, kurang baik apa saya?
Kembali ke pokok awal, penjaga malam. Gila!!!. Senbenarnya saya agak ragu untuk memakai kata-kata itu, soalnya terlalu tinggi dan kesannya gimana gitu. Gak sesuai sama isi tulisanya. Tapi mau bagaimana lagi, sudah terlanjur nulis, sayang kalau mau dihapus.
Jadi intinya, penjaga malam adalah orang-orang yang membiasakan diri untuk terjaga dimalam hari dan berusaha untuk tidak tertidur atau mengurangi jam tidur disiang hari. Lho, kalau saya pikir-pikir, ternyata kalimat saya di paragraf ini lumayan bagus juga ya. Hehehe...heran ya baca tulisan orang yang sok ke-PD-an. Jangan salahkan saya, ini efek radiasi dari segala yang ada di sekitar saya, bahkan mungkin anda adlah salah satu penyebabnya. Radiasi yang menyebabkan orang biasa seperti saya berani menulis dan menjadi orang lebay dalam tulisanya. Radiasi yang bisa menyebabkan saya bertingkah aneh. Aneh yang dimaksutkan saya adalah berbeda denga orang pada umumnya, ya seperti arek-arek penjaga malam tadi. Beneran, mungkin kalian tidak akan percaya sebelum melihat sendiri, lha wong saya yang sudah sering melihat dan meraba serta merasakan saja masih nggak percaya kok.
Iya, ada satu lagi. Tolong tulisan saya ini jangan dikritik, cukup dipuji saja. Dikritik iku gak enak cok. Loro. Kalau gak percaya ya sini aja, Cocco matana be’na.
Goblookk-goblokk, malam kok dijaga. Udah gak waras ya?
yang penting bukan penjaga malam pertama saja.
BalasHapusi like u... kau penulis yang menyebalkan. bkin gregetan. hahha
BalasHapus