Fakta menyakitkan yang aku tau dalam hidupku. Bukan hanya mengenai teori-teori yang disampaikan guru kepada muridnya di kelas. Bukan hal-hal rumit yang aku pelajari dari filsuf dengan pemikiran berbelit tidak karuan. Bukan mengenai ajaran-ajaran indah yang sering disampaikan oleh politikus yang hanya kebanyakan obral dan kekurangan moral. Bukan seperti apa isi buku-buku ilmu pengetahuan yang pernah aku baca selama ini. Semua ini hanya mengenai manusia dan manusia.
Ya, manusia lah yang sebenarnya menjadi bahan yang selalu tidak habis-habisnya untuk dibuat cerita. Manusia yang tidak pernah berhenti dipelajari oleh manusia itu sendiri. Hanya saja seluruh pikiran yang mengganggu otakku saat ini tidak mengizinkan logika dan pemahamanku bekerja dengan baik, hasilnya adalah pikiran-pikiran dan pertanyaan-pertanyaan yang tidak terjawab.
Matilah, matilah kalian semua. Matilah kita. Matilah manusia-manusia. Matilah aku, kamu, dia dan mereka semua. Matilah semua pikiran dan persoalan dalam kepalaku. Pergilah, biarkan aku menjadi manusia sedungu-dungunya manusia. Jadikanlah aku manusia yang sebodoh-bodohnya. Ambillah kemampuan berpikirku jika itu satu-satunya cara. Atau kau bisa membunuhku. Diamlah kalian, mulut-mulut tidak berguna. Diamlah semuanya. Pergilah kau tenang, pergilah kau kebisingan, pergilah kau omelan, pergilah kau petuah-petuah dan jangan palingkan wajahmu kepadaku.
Manusia, apakah aku bisa menjadi Tuhan? Apakah aku kafir jika memilih? Apakah aku salah jika menolak? Apakah aku munafik jika berharap? Apakah aku hina jika menyembah? Apakah aku pantas untuk berpikir? Apakah aku pantas untuk bertindak? Apakah aku berdosa jika salah? Apakah tidak sebaiknya aku diam? Apakah aku berhak untuk diam? Apakah aku harus berbicara? Apakah aku bisa menjadi hewan? Apakah aku bisa menjadi tumbuhan? Apakah aku bisa menjadi obat? Apakah aku ini? Siapa aku ini? Siapa kau itu? Apa kita ini? Bagaimana kau bisa begitu? Bagaimana mungkin aku bisa menjadi seperti ini? apakah kau itu munafik? Apakah kamu yang disebut dewa? Apakah kau lebih baik daripada aku? Apa aku salah jika berkata kotor? Jancok, asu, lonthe, kampang, bajingan!!!
Marahlah jika kau ingin marah, aku tidak pernah melarangmu marah. Tapi setidaknya, jangan buat aku jadi orang yang suka marah-marah, jangan jadikan aku orang yang pendiam, jangan jadikan aku tunduk, jangan jadikan aku patuh, jangan jadikan aku pembelot, jangan jadikan aku ragu, jangan jadikan aku yakin, jangan jadikan aku apapun yang kau mau. Biarlah aku menjadi aku, karena aku bukan kamu dan kamu bukan aku. Jangan berikan apapun padaku dan jangan ambil apapun dariku.
Matilah. Matilah. Mati. Hanya mati saja. Su,... Asu...!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar