Tulisan Hina, Cokkkk Bangga!!!
Saya baru sadar malam ini; bahwa sebenarnya saya ini masih belum bisa menulis. Dilihat dari segi manapun, tetap saja tulisan saya jelek. Sebenarnya saya heran, kenapa saya masih juga belum bisa menulis dengan baik sampai umur saya yang setua ini? Tapi ada yang lebih aneh lagi. Tadi siang ada orang yang meminta saya untuk mengajarinya menulis—ya,... saya merasa ok gitu dalam hati. Terus saya berpikir, sebenarnya orang ini mau ngajak berantem atau bagaimana? Lha wong tulisan saya masih nggak karuan, nggak kelihatan ujung pangkalnya—merendah—kok saya disuruh ngajarin nulis.
Hal itu juga yang membuat saya sadar dengan hal yang juga cukup penting: bahwa minat orang-orang untuk membaca tulisan saya adalah nol. Ya, saya sadar karena memang tulisan saya jelek. Eh, bukan jelek, cuma tidak bagus sama sekali.
Sebenarnya sedih menghina tulisan sendiri, tapi ini saya lakukan supaya saya bisa menyadarkan diri saya sendiri. Ya, saya kan ndak mau jadi orang yang pengku. Saya masih mau lebih banyak belajar lagi, supaya saya masih tetap menjadi orang yang bodoh, orang yang kosong, tidak frustasi karena belajar nulis sudah lama, tapi masih belum bisa. Duh jan, loro cokk...!!!
Saya berpikir lagi. Kira-kira kapan saya bisa menyamai penulis-penulis yang saya kagumi, seperti penulis pemula idola saya: Uppps... nggak jadi, ah... Tapi memang sih, belum banyak penulis hebat yang saya kenal. Iya juga ya, kira-kira kapan saya bisa menyamai Pramoedya Ananta Toer atau yang sekarang ini ya Emha Ainun Nadjib atau yang lebih dekat lagi seperti Pakde Dalbo misalnya. Aduh, saya kok seperti mimpi saja, ya... Apa saya sudah hampir gila? Waduh gawat ini, jangan sampai saya masuk rumah sakit jiwa. Saya nggak mau lah, kan malu sama CALEG yang gagal, masak tempat mereka saya rebut. Itu kan HINA.
Kadang-kadang saya berandai-andai, saya pengen nyoba deketin orang-orang hebat yang pinter nulis, terus saya belah kepalanya. Habis itu, saya lihat sebenarnya otaknya itu terbuat dari apa? Jadi kalau bisa otak saya mau saya bentuk seperti itu. COOKKK BAR BAR IKU JENENGE...!!!. ora open. Daripada saya penasaran terus mati jadi hantu, gimana hayo? Hantu kan masuk neraka, saya nggak maulah masuk neraka.
Hehehe nggak lah saya cuma bercanda kok, masa iya saya tega belah kepala manusia, belah kepala burung saja saya gak berani. Saya kan takut darah, hiii....
Laju makmano mun cak ini? (Terus gimana kalo kayak gini?)
Tapi ya sudahlah, nggak apa-apa. Biarpun tulisan saya jelek, masih ada kebanggaan dalam tulisan saya.
Coookkk, wes elek bangga!!!
Lho, walaupun jelek-jelek gini, aslinya emang nggak bagus lho. Jangan salah.
Dan sekaligus saya tau, bahwa sebenarnya saya sama sekali tidak gila. Ya sudah, saya mau minum obat dulu. Obat penenang, buat ngurangi gejala gangguan jiwa. Ternyata Madura dingin ya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar