Selasa, 11 Maret 2014

Angin Musim

Ternyata tak ada salahnya menuruti kata hati walau logika berkata tidak. Sebab kini hembusan angin tak lagi asing di telingaku, tak seperti hari-hari lalu, hari dimana aku harus berjibaku dengan kebimbangan. Hari dimana hanya ada satu sisi antara kakalahan atau kemenangan. Hari ini aku telah membuktikan. Menang tidak selalu menjadi pilihan pertama, jika hanya sesaat. Mengalah demi kemenangan akan lebih berarti. Secara teori ataupun logika, itu memang ada di dunia yang dikatakan nyata ini. 

Rasanya belum lagi aku berhenti terheran dengan dunia ini, kenapa angin yang bisu itu bisa bertutur kepadaku, sekedar angin lalu yang membisikan suara yang dulu telah ku kenal. Dan aku termangu, seperti bocah yang mendengar penuturan gurunya tanpa membantah.

Aku berharap musim tidak berganti, karena aku masih membutuhkan angin musim ini. Dan angin selalu berubah atau menghilang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar