Sabtu, 15 Maret 2014

Manusia Goa dan Gema Berkepanjangan

Apa yang dapat membangunkan manusia dari kebohongan? 

Bahkan mungkin hingga langit runtuh pun, manusia masih tetap bermain dengan kebohongan. Lalu siapa yang bisa dipersalahkan? Aku rasa ini bukan saat yang tepat untuk selalu menyalahkan. Mungkin berkaca pada cermin kecil akan lebih baik ketimbang melihat bayangan tubuh yang berbaring di tanah ditimpa bermacam bunga. Tapi, bahkan cerminpun telah kehilangan sifat jujurnya. 

Jadi apakah batu yang diam dapat memberikan kejujuran? 

Sungguh mengenaskan nasib tubuh ini, laksana menghendaki suara tapi gema yang terdengar. Sumbang dan jauh dari kenyataan. Walaupun ada yang bilang bahwa kebenaran yang sebenarnya adalah kebohongan yang di-amin-i, setidaknya para manusia goa itu belum terbukti bersalah pada ucapan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar