Sabtu, 08 Maret 2014

Cermin

Mencoba menjalani hari tanpa sebuah kreasi seperti hari-hari biasa yang sudah ku lewati. Rasanya seperti berjalan di sebuah garis lurus, aku bebas berjalan asalkan tetap mengikuti garis yang ku pijak. Perasaan ini membuat ku tak henti berfikir, apakah ini memang diriku, karena aku bahkan hampir tak mengenali wajah siapa yang setiap hari ku lihat saat aku berhadapan dengan cermin, samapai ketika sebuah cermin besar berhasil mengingatkan ku. Menyadarkan dengan cara berteriak keras di telingaku, dan menyadarkan tentang hal-hal yang belum aku tau tentang diriku. 

 Saat aku tersadar bahwa orang yang selama ini aku kenal dengan baik, adalah orang yang paling tidak aku kenal. Disaat aku mengenal orang asing yang sama sekali belum pernah ku kenal sebelumnya. Ternyata aku salah, aku tidak tau apa-apa. 

Tapi aku bersyukur, aku mendapat hadiah cermin dari tuhan sebagai balasan atas doaku, dan aku berharap cermin itu tidak akan retak.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar