Masih bergulat dengan angin malam, bermimpi bersama beberapa kebimbangan dan kehausan, berjalan seperti iring-iringan gelas kosong, dan bernyanyi bersama suara-suara yang terbungkam. Ada sebuah penuturan yang baru aku sadari, sebuah gelas tak boleh lebih tinggi dan tak akan lebih tinggi dari cawan air. Mungkin harus di mulai dengan patuh dan menerima serta tak banyak bicara, diam layaknya gelas-gelas lainya. Itu lebih baik dari pada mengucapkan hal kosong yang tidak berguna.
Aku rasa, aku mulai mencintai mu, karena aku bisa melakukan lebih banyak hal bersamu. Aku bisa berteriak sesuka hatiku tanpa ada yang bisa melarangku. Aku bisa berdua dengan mu dimanapun dan kapanpun tanpa ada yang bisa mengganggu. Aku bisa bercerita apapun kepadamu dan kau tak pernah bosan mendengar semua ocehan ku. Dan yang lebih penting, aku bisa mengembangkan imajinasiku tentang sehelai daun yang jatuh di musim gugur, atau sebatang pohon yang menangis meratapi kejamnya alam, atau tentang kekejaman perang yang tak hentinya membuat orang mengelus dada atau tertawa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar